Minggu, 30 Oktober 2011

algoritma




Manajemen Umum





Tugas Manajemen Umum


Perencanaan (Planning) adalah menetapkan suatu cara untuk bertindak sebelum tindakan itu sendiri dilaksanakan. dalam perencanaan maka orang di haruskan untuk berfikir lebih dahulu tentang apa yang akan dilakukan, bagaimana melakukannya dan siapa yang melaksanakan serta yang bertanggung jawab terhadap kegiatan yang dilakukan tersebut.
Syarat perencanaan yang baik
  • Berdasarkan pada alternatif
Agar dapat menetapkan suatu perencanaan yang baik, maka sebaiknya sebelum perencanaan itu kita tetapkan, harus ditetapkan terlebih dahulu alternatif dari perencanaan.  Dengan adanya alternatif perencanaan, yaitu dengan jalan mempertimbangkan untung ruginya (cost and benefit) dari masing-masing alternatif, maka kita dapat menentukan suatu alternatif perencanaan yang paling baik.
  • Harus realistis
Bila rencana tidak realistis, mungkin hanya akan baik di atas kertas, namun tidak dapat dilaksanakan dalam prakteknya. Suatu rencana yang tidak realistis kemungkinan terjadi karena pembuat rencana itu tidak melihat adanya kekuatan, kelemahan, kesempatan, dan batasan-batasan yang dimiliki oleh organisasi. Misalnya keterbatasan dalam hal teknologi, keterbatasan sumber dana, keterbatasan tenaga kerja dan lain sebagainya.
  • Rencana harus ekonomis
Bila didalam proses pembuatan rencana meninggalkan pertimbangan ekonomis, kemungkinan di dalam pelaksanaannya nanti, akan timbul adanya pemborosan-pemborosan, baik dari segi tenaga, waktu dan sebagainya. Sehingga dalam pembuatan rencana segi ekonomisnya harus benar-benar dipertimbangkan.
  • Rencana harus luwes (Fleksible)
Sebenarnya suatu rencana yang baik adalah yang telah mendasarkan diri terhadap adanya penelitian yang telah dilangsungkan sebelumnya secara mendalam, tentu pula setelah memperhitungkan berbagai kemungkinan-kemungkinan yang ada. Namun didalam prakteknya seringkali terjadi, walaupun rencana itu telah dibuat dengan baik, sering pula di tinjau kembali. Ini di sebabkan karena dalam prakteknya, sering muncul hal-hal yang tidak diduga sebelumnya dan sulit untuk di perhitungkan. Sebagai contoh adanya resesi ekonomi yang dapat mengakibatkan perubahan harga-harga barang, perubahan peraturan pemerintah dan lain sebagainya. Sebab itu, rencana harus bersifat luwes, artinya setiap waktu dapat dievaluir sesuai dengan perkembangan organisasi maupun situasi dan kondisi pada waktu tersebut. Namun ini bukan berarti bahwa suatu rencana yang telah dibuat, dapat diubah sesuka hati.
  • Dilandasi partisipasi
Adanya partisipasi dari segenap pihak dalam organisasi, diperoleh berbagai masukan (input) yang sangat besar manfaatnya didalam pembuatan rencana itu sendiri. Dengan adanya partisipasi ini, sebenarnya organisasi memperoleh keuntungan ganda, sebab selain rencana itu sendiri menjadi lebih baik atau lebih sempurna, juga timbul pula adanya suatu gairah kerja serta semangat kerja dari masing-masing karyawan, karena merasa diikutsertakan dalam pembuatan rencana.
Hal-hal yang perlu diperhatikan merupakan ketentuan umum yang harus dilaksanakan oleh setiap organisasi dalam pembuatan rencana, diantaranya adalah :
o   Suatu rencana harus dapat dijadikan landasan bagi fungsi-fungsi manajemen lainnya.
o   Harus dapat mendayagunakan segala fasilitas organisasi.
o   Suatu rencana  harus bersifat dinamis
o   Harus menghindarkan diri terhadap adanya “under”  maupun “over”-planning
o   Dalam pembuatan rencana harus memperhatikan adanya koordinasi
PENGORGANISASIAN
pengorganisasian
Pengorganisasian berasal dari kata dasar organisasi (organum bahasa Latin) yang berarti alat atau badan, mempunyai beberapa versi devinisi. Pada dasarnya ada 3 (tiga) ciri husus dari organisasi, yaitu : adanya sekelompok manusia – kerja sama yang harmonis dan kerjasama tersebut berdasar atas hak, kewajiban serta tanggung jawab masing-masing orang untuk mencapai tujuan.
“organisasi” adalah :“Sekelompok manusia yang bekerjasama, dimana kerjasama tersebut dicanangkan dalam bentuk struktur organisasi atau gambaran skematis tentang hubungan kerja, dalam rangka mencapai suatu tujuan tertentu.”
“pengorganisasian” adalah suatu usaha yang ditempuh, agar sekelompok manusia yang bekerja sama dalam mencapai tujuan bersama, dapat berjalan atau berhasil dengan baik sesuai tujuan semula.
Organisasi oleh beberapa ahli antara lain :
•    James D. MoneyOrganisasi adalah bentuk dari perserikatan manusia untuk mencapai suatu tujuan bersama.
•    Dokter KimbalOrganisasi adalah sebuah active atau cara kerja (mekanisme) dari menejemen. Tujuan mengadakan pengontrakan dan personalianya serta menentukan fungsi masing-masing tata kerjanya.
•    Ralph Currier DavisOrganisasi adalah kelompok orang-orang yang bekerja menuju ke tujuan bersama dibawah pimpinan
•    Ermaet DalkOrganisasi adalah proses peremcanaan dalam sebuah badan usaha. Sifat; menyusun, mengembangkan dan pemeliharaan struktur atau pola hubungan kerja.
•    John D. MilletOrganisasi adalah sebuah kerangka struktur, sebagai wahana dan wadah pelaksanaan pekerjaan banyak orang untuk mencapai suatu tujuan bersama.
•    John Prisce JohnesOrganisasi adalah kelompok manusia bekerja yang dipersatukan di bawah sebuah pimpinan dan dengan sarana yang serasi demi mecapai tujuan bersama.
•    Dwaight WaldoOrganisasi adalah struktur hubungan antar manusia berdasarkan wewenang dan kelanggengan dalam sebuah system administrasi.
•    Edgar SegeinOrganisasi adalah kordinasi yang rasional dari aktiva banyak orang dengan pembagian kerja, fungsi, wewenang dan tangung jawab demi mencapai tujuan bersama.
•   Harley TreckerOrganisasi adalah tindakan atau proses perhimpunan dan kelompok-kelompok yang ada hubungannya atau sama lain dalam sebuah wadah atau hubungan.
Dari berbagai pendapat tentang pengertian organisasi tersebut maka dapat disimpulkan adanya tiga macam pendapat yaitu:
•    Organisasi adalah kumpulan orang-orang.
•    Organisasi adalah proses pembagian kerja.
•    Organisasi adalah system kerja sama.
Dari tiga macam pendapat diatas maka dapat disusun suatu definisi tentang organisasi secara sederhana, yaitu:
Organisasi adalah suatu system kerjasama dari sekelompok orang untuk mencapai suatu tujuan tertentu”
MACAM-MACAM BENTUK ORGANISASI
macam-macam organisasi

Dalam pelaksanaan, dikenal adanya bermacam bentuk organisasi atau lebih tepatnya struktur organisasi, di antarnya adalah:

1. Organisasi garis

Bentuk organisasi garis ini pertama kali muncul di kalangan militer, sehingga sering disebut sebagai bentuk organisasi militer, dan merupakan bentuk organisasi yang paling tua. Bentuk ini diciptakan oleh Henry Fayol, disamping itu bentuk organisasi garis merupakan bentuk organisasi yang paling sederhana. Organisasi garis mempunyai ciri khas sebagai berikut :
•    Jumlah karyawan relatif sedikit
•    Organisasi relatif kecil
•    Karyawan saling mengenal dengan akrab
•    Belum ada spesialisasi kerja, atau kalau ada masih relatif rendah
Kebaikannya :
•    Perintah atau komando berjalan lancar, karena pimpinan hanya seorang
•    Keputusan dapat diambil dengan cepat
•    Solidaritas karyawan sangat tinggi, karena saling mengenal
Kelemahannya :
•    Kemampuan seorang pimpinan sangat berpengaruh, sehingga kalau pimpinan tidak cakap atau tidak mampu, akan berakibat fatal bagi organisasi
•    Timbulnya atau mendorong adanya sifat otoriter dari seorang pimpinan
•    Membatasi perkembangan individu bawahan
2. Organisasi FungsionalDalam prakteknya, struktur organisasi fungsional ini kadang-kadang menimbulkan ketidak jelasan dalam pemberian perintah dari atasan kepada bawahan.Hal ini disebabkan kerena setiap atasan mempunyai wewenang untuk memberikan perintah kepada setiap bawahan yang ada, sepanjang perintah tersebut masih ada hubungannya dengan fungsi yang dimiliki atasan. Struktur organisasi fungsional yang pada mulanya diciptakan oleh F.W Taylor, juga mempunyai kebaikan maupun kelemahan tersendiri.
Kebaikannya adalah :
•    Adanya spesialisasi tugas yang jelas
•    Adanya tenaga-tenaga ahli dalam masing-masing tugas sesuai dengan fungsi-fungsi organisasi yang ada
•    Karyawan dengan spesialisasinya dapat didayagunakan semaksimal mungkin
Kelemahannya adalah :
•    Koordinasi agak sulit diterapkan, karena bawahan mempunyai beberapa atasan
•    Proses pengambilan keputusan seringkali terlambat, karena ditentukan oleh “top management”
•    Dituntut adanya karyawan yang benar-benar trampil (seorang spesialis), yang kadang-kadang sulit mencarinya
3. Organisasi Garis Dan StafBila suatu organisasi itu masih ralatif kecil, artinya belum banyak permasalahan yang dihadapi dan segera harus diatasi, maka bentuk struktur organisasi yang sederhana (organisasi garis) dapat untuk mengatasinya.Namun apabila organisasi tersebut berkembang semakin luas, mungkin akan timbul berbagai kesulitan bagi seorang pimpinan dalam mengambil suatu keputusan (decision making), sehingga pimpinan tersebut merasa perlu untuk minta bantuan kepada orang lain yang dianggap mampu dan ahli. Oleh sebab itu, dibentuklah suatu “staf penasehat” yang merupakan kumpulan orang-orang yang ahli dalam bidang-bidang tertentu. Adapun tugas dari staf tersebut adalah membantu pimpinan dalam pengambilan keputusan.
Kebaikannya adalah :
•    Dapat diterapkan baik dalam organisasi yang besar maupun organisasi yang kecil, apapun tujuan organisasi tersebut
•    Ada pembagian tugas antara pimpinan dan bawahan (pelaksana) yang diakibatkan adanya staf
•    Keputusan dapat diambil dengan lebih baik, karena adanya saran dari para ahli (staf)
Kelemahannya adalah :
•    Rasa solidaritas karyawan berkurang, karena tidak saling mengenal antara bagian satu dengan bagian lainnya
•    Perintah kadang-kadang menjadi agak kabur atau kurang jelas
•    Pelaksanaan pekerjaan akan mengalami hambatan, apabila koordinasi pada staf kurang baik
4. Organisasi GabunganBentuk organisasi gabungan ini pada dasarnya merupakan bentuk dari kombinasi struktur organisasi yang telah disebutkan sebelumnya, sehingga bentuk sruktur organisasinya dapat berupa gabungan dari bentuk organisasi garis dan staf, garis dan fungsional, fungsional dan staf atau kombinasi dari ketiga bentuk organisasi tersebut. Sehingga bentuk struktur organisasi gabungan ini akan mempunyai kebaikan serta kelemahannya mengikuti kebaikan maupun kelemahan organisasi yang dibentuknya dalam rangka penggabungan tersebut.
5. Organisasi MatriksBentuk struktur organisasi matrik pertama kali muncul pada sebuah perusahaan industri ruang angkasa, yang mempunyai banyak departemen di mana masing-masing departemen dipegang oleh para spesialis (tim ahli) guna mencapai tujuan perusahaan secara khusus. Dewasa ini, struktur organisasi matriks sering diterapkan pada suatu pekerjaan yang merupakan proyek-proyek besar. Secara nyata terlihat bahwa untuk menangani suatu proyek yang cukup besar dengan permasalahannya yang sangat kompleks, diperlukan suatu upaya penyelesaian yang tepat, baik ditinjau dari segi waktu, tenaga maupun biaya yang dibutuhkan. Karena dirasakan bahwa bentuk organisasi yang disebutkan sebelumnya tidak dapat untuk menyelesaikan berbagai permasalahan tersebut, maka dibentuklah struktur matriks ini, yang pada dasarnya mempunyai tujuan memadukan berbagai bentuk struktur organisasi yang telah ada serta unsur personalia yang ada dalam organisasi dengan berbagai spesialisasinya guna menyelesaikan suatu proyek. Dalam organisasi matriks, seorang bawahan mempunyai dua orang atasan sehingga mereka dibawah dua jalur wewenang atau dengan kata lain mempunyai dua rantai perintah, yang satu secara vertikal (bersifat fungsional) sedang lainnya secara horizontal yang berasal dari perintah pimpinan proyek. Bila kedua jalur tersebut digabungkan, akan terlihat bentuk sebuah matriks, sehingga disebut organisasi matriks
6. Organisasi SupervisiDi Amerika Serikat terdapat bervariasi bentuk organisasi supervisi. Hal ini disebabkan antara lain kerena terdapat pertumbuhan sekolah-sekolah secara pesat dengan angka problema yang diadministrir. Pertumbuhan sekolah menambah jumlah lembaga supervise dengan variasi tugas para supervisor. Kondisi-kondisi seperti besarnya sekolah, jumlah pelaksana supervisi beserta pendidikan dan pengalaman orang-orang yang di supervise menyebabkan perbedaan organisasi supervise.
Fred C. Ayer & A. S. Barr, mengemukakan tiga bentuk Organisasi Supervisi. Di antaranya adalah:
1.  Bentuk organisasi Extrisic-dualistic.
2.  Bentuk organisasi Line and Staff.
3.  Bentuk organisasi coordinate. Soetopo Hendiyat (1982:72)

Selasa, 18 Oktober 2011

Cepat Mahir Visual Basic 6.0

 

Kuliah Berseri IlmuKomputer.Com
Copyright © 2003 IlmuKomputer.Com
Krisna D. Octovhiana
mail4krisna@yahoo.com
Lisensi Dokumen:
Copyright © 2003 IlmuKomputer.Com
Seluruh dokumen di IlmuKomputer.Com dapat digunakan, dimodifikasi dan
disebarkan secara bebas untuk tujuan bukan komersial (nonprofit), dengan syarat
tidak menghapus atau merubah atribut penulis dan pernyataan copyright yang
disertakan dalam setiap dokumen. Tidak diperbolehkan melakukan penulisan ulang,
kecuali mendapatkan ijin terlebih dahulu dari IlmuKomputer.Com.
Bab 3
Menggunakan Event
dan Method
1.1 Membuat User Interface (UI)
Aktifkan VB 6 melalui tombol Start.
Buka kembali project Latihan.vbp :
Cepat Mahir Visual Basic 6.0
Krisna D. Octovhiana
1

Kuliah Berseri IlmuKomputer.Com
Copyright © 2003 IlmuKomputer.Com
Klik tab Existing.
Pilih folder masing-masing pada bagian Look in.
Pilih file Latihan.vbp.
Klik tombol Open.
Tambahkan Form baru ke dalam Project :
Klik menu Project > Add Form.
Klik tab New dan pilih Form.
Klik tombol Open.
Pada Jendela Form buatlah UI seperti ini :
(Gunakan komponen ListBox, ComboBox dan CommandButton)
Cepat Mahir Visual Basic 6.0
Krisna D. Octovhiana
2

Kuliah Berseri IlmuKomputer.Com
Copyright © 2003 IlmuKomputer.Com
Pengaturan property setiap object-nya adalah sebagai berikut :
Object
Form2
List1
Combo1
Command1
Command2
Command3
Properties
Caption
StartUpPosition
-
-
Caption
Caption
Caption
Value
Method Test
2 – CenterScreen
-
-
Add
Delete
Clear
1.2 Menulis Kode Program : Method Test
Pada bagian Code Editor ketikkan kode programnya sebagai berikut :
Private Sub Form_Load()
Combo1.AddItem "Umar"
Combo1.AddItem "Salman"
Combo1.AddItem "Halimah"
Combo1.AddItem "Shafira"
End Sub
Private Sub Command1_Click()
List1.AddItem Combo1.Text
End Sub
Private Sub Command2_Click()
List1.RemoveItem List1.ListIndex
End Sub
Private Sub Command3_Click()
List1.Clear
End Sub
Simpan Form2 (nama file : Lat2.frm).
Klik menu Project > Project1 Properties lalu klik tab General. Gantilah Startup Object-nya menjadi
Form2 :
Keterangan : Startup Object menentukan object mana yang
muncul setiap kali sebuah project dijalankan.
Cepat Mahir Visual Basic 6.0
Krisna D. Octovhiana
3

Kuliah Berseri IlmuKomputer.Com
Copyright © 2003 IlmuKomputer.Com
Coba jalankan Project1 :
Untuk menambah isi ListBox : pilih “Umar” di dalam ComboBox kemudian klik tombol Add.
Ulangi untuk nama-nama yang lain secara acak.
Untuk menghapus salah satu isi ListBox : pilih “Shafira” di dalam ListBox kemudian klik tombol
Delete.
Untuk menghapus semua isi ListBox : klik tombol Clear.
Penjelasan kode program :
Private Sub Form_Load()
Combo1.AddItem "Umar"
Combo1.AddItem "Salman"
Combo1.AddItem "Halimah"
Combo1.AddItem "Shafira"
End Sub
Pada saat Form2 di-load ke dalam memori komputer, object Combo1 diisi dengan beberapa nama.
Private Sub Command1_Click()
List1.AddItem Combo1.Text
End Sub
Ketika seorang user meng-klik tombol Add (object Command1) maka isi object List1 ditambah sesuai
dengan isi object Combo1 yang sudah dipilih.
Private Sub Command2_Click()
List1.RemoveItem List1.ListIndex
End Sub
Ketika seorang user meng-klik tombol Delete (object Command2) maka isi object List1 yang dipilih
akan dihapus. Catatan : bila belum ada isi yang dipilih akan terjadi error.
Private Sub Command3_Click()
List1.Clear
End Sub
Ketika seorang user meng-klik tombol Clear (object Command3) maka semua isi object List1 akan
dihapus.
Cepat Mahir Visual Basic 6.0
Krisna D. Octovhiana
4

Kuliah Berseri IlmuKomputer.Com
Copyright © 2003 IlmuKomputer.Com
Cara penulisan (syntax) kode program untuk menggunakan method dari sebuah object adalah sebagai
berikut :
nama_object.method [argument]
Perhatikan, setelah Anda mengetikkan tanda titik (dot) dibelakang nama_object maka VB 6 akan
menampilkan daftar property dan method yang dimiliki oleh nama_object :
Fasilitas ini akan membantu Anda agar tidak salah mengetikkan nama_object maupun method-nya.
Komponen ComboBox dan ListBox memiliki beberapa method untuk mengatur isi (item) di dalamnya,
yaitu :
AddItem – method ini akan menambah isi sesuai dengan argument yang diberikan berupa tulisan.
Setiap kali ada isi yang ditambahkan akan diberikan nomer index secara otomatis dimulai dari 0
(nol).
Contoh :
Combo1.AddItem “Umar”
List1.AddItem Combo1.Text
“Umar” adalah argument sebagai isi yang akan ditambahkan
ke dalam object Combo1.
property Text dari object Combo1 adalah argument
sebagai isi yang akan ditambahkan ke dalam object List1.
RemoveItem – method ini akan menghapus isi sesuai dengan argument yang diberikan berupa
nomer index dari isi yang dipilih. Setiap kali ada isi yang dihapus maka nomer index akan disusun
ulang secara otomatis. Bila isinya tidak ada (kosong) nomer index-nya adalah –1.
Contoh :
List1.RemoveItem List1.ListIndex
property ListIndex dari object List1 adalah argument
sebagai nomer index isi yang akan dihapus.
Clear – method ini akan menghapus semua isi (tidak membutuhkan argument).
Contoh :
List1.Clear
semua isi object List1 akan dihapus.
Cepat Mahir Visual Basic 6.0
Krisna D. Octovhiana

Selasa, 11 Oktober 2011

Managemen umum

Pengertian Manajemen (Definition of Management)



Istilah manajemen, terjemahannya dalam bahasa Indonesia hingga saat ini belum ada keseragaman. Selanjutnya, bila kita mempelajari literatur manajemen, maka akan ditemukan bahwa istilah manajemen mengandung tiga pengertian yaitu :

1.Manajemen sebagai suatu proses,
2.Manajemen sebagai kolektivitas orang-orang yang melakukan aktivitas manajemen,
3.Manajemen sebagai suatu seni (Art) dan sebagai suatu ilmu pengetahuan (Science)

Menurut pengertian yang pertama, yakni manajemen sebagai suatu proses, berbeda-beda definisi yang diberikan oleh para ahli. Untuk memperlihatkan tata warna definisi manajemen menurut pengertian yang pertama itu, dikemukakan tiga buah definisi.

Dalam Encylopedia of the Social Sience dikatakan bahwa manajemen adalah suatu proses dengan mana pelaksanaan suatu tujuan tertentu diselenggarakan dan diawasi.

Selanjutnya, Hilman mengatakan bahwa manajemen adalah fungsi untuk mencapai sesuatu melalui kegiatan orang lain dan mengawasi usaha-usaha individu untuk mencapai tujuan yang sama.

Menurut pengertian yang kedua, manajemen adalah kolektivitas orang-orang yang melakukan aktivitas manajemen. Jadi dengan kata lain, segenap orang-orang yang melakukan aktivitas manajemen dalam suatu badan tertentu disebut manajemen.

Menurut pengertian yang ketiga, manajemen adalah seni (Art) atau suatu ilmu pnegetahuan. Mengenai inipun sesungguhnya belum ada keseragaman pendapat, segolongan mengatakan bahwa manajemen adalah seni dan segolongan yang lain mengatakan bahwa manajemen adalah ilmu. Sesungguhnya kedua pendapat itu sama mengandung kebenarannya.<1>

Menurut G.R. Terry manajemen adalah suatu proses atau kerangka kerja, yang melibatkan bimbingan atau pengarahan suatu kelompok orang-orang kearah tujuan-tujuan organisasional atau maksud-maksud yang nyata. Manajemen juiga adalah suatu ilmu pengetahuan maupun seni. Seni adalah suatu pengetahuan bagaimana mencapai hasil yang diinginkan atau dalm kata lain seni adalah kecakapan yang diperoleh dari pengalaman, pengamatan dan pelajaran serta kemampuan untuk menggunakan pengetahuan manajemen.

Menurut Mary Parker Follet manajemen adalah suatu seni untuk melaksanakan suatu pekerjaan melalui orang lain. Definisi dari mary ini mengandung perhatian pada kenyataan bahwa para manajer mencapai suatu tujuan organisasi dengan cara mengatur orang-orang lain untuk melaksanakan apa saja yang pelu dalam pekerjaan itu, bukan dengan cara melaksanakan pekerjaan itu oleh dirinya sendiri.

Itulah manajemen, tetapi menurut Stoner bukan hanya itu saja. Masih banyak lagi sehingga tak ada satu definisi saja yang dapat diterima secara universal. Menurut James A.F.Stoner, manajemen adalah suatu proses perencanaan, pengorganisasian, kepemimpinan, dan pengendalian upaya anggota organisasi dan menggunakan semua sumber daya organisasi untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan.[3]

Dari gambar di atas menunjukkan bahwa manajemen adalah Suatu keadaan terdiri dari proses yang ditunjukkan oleh garis (line) mengarah kepada proses perencanaan, pengorganisasian, kepemimpinan, dan pengendalian, yang mana keempat proses tersebut saling mempunyai fungsi masing-masing untuk mencapai suatu tujuan organisasi.

A. Fungsi-Fungsi Manajemen (Management Functions)
Sampai saat ini, masih belum ada consensus baik di antara praktisi maupun di antara teoritis mengenai apa yang menjadi fungsi-fungsi manajemen, sering pula disebut unsur-unsur manajemen.

Tingkatan Manajemen (Manajemen Level).

Tingkatan manajemen dalam organisasi akan membagi tingkatan manajer menjadi 3 tingkatan :

1.Manajer lini garis-pertama (first line) adalah tingkatan manajemen paling rendah dalam suatu organisasi yang memimpin dan mengawasi tenaga-tenaga operasional. Dan mereka tidak membawahi manajer yang lain.
2.Manajer menengah (Middle Manager) adalah manajemen menengah dapat meliputi beberapa tingkatan dalam suatu organisasi. Para manajer menengah membawahi dan mengarahkan kegiatan-kegiatan para manajer lainnya kadang-kadang juga karyawan operasional.[8]
3.Manajer Puncak (Top Manager) terdiri dari kelompok yang relative kecil, manager puncak bertanggung jawab atas manajemen keseluruhan dari organisasi. [9]
Narasumber
http://id.wikipedia.org/wiki/manajemen umum

Selasa, 27 September 2011

E-commerce and E-Business


null



Banyak orang tahu tentang istilah e-commerce, namun hanya sedikit yang mengetahui bahwa ada perbedaan yang signifikan antara e-commerce dan ­e-business. Istilah e-commerce lebih dikenal daripada istilah e-business padahal keduanya tidaklah sama, namun kedua istilah ini tampaknya dikerucutkan menjadi satu istilah saja yaitu e-commerce mencakup juga sebagai e-business. Sebelumnya, perlu diketahui dan dipahami juga arti dari kedua istilah tersebut supaya pada pembahasan e-commerce yang lebih khusus kedua istilah ini tidak diperdebatkan lebih jauh.



E-Commerce

E-commerce merupakan kepanjangan dari Electronic Commerce yang berarti perdagangan yang dilakukan secara elektronik. Seperti halnya e-mail (Electronic Mail) yang artinya sudah diketahui yaitu pengiriman surat secara elektronik. Dalam buku Introduction to Information Technology, e-commerce berarti perdagangan elektronik yang mencakup proses pembelian, penjualan, transfer, atau pertukaran produk, layanan, atau informasi melalui jaringan computer, termasuk Internet (Turban, 2005:181).
Apabila dipilah e-commerce terdiri dari huruf e yang berarti elektronik dan commerce yang berarti perdagangan. Pada perdagangan konvensional dikenal adanya penjual dan pembeli, lalu perdagangan sesungguhnya ada barang atau jasa yang dijual dan tentu ada pembelinya. Kata ‘perdagangan’ itu sendiri berdiri dengan arti sekedar tawar menawar antara penjual dan pembeli, lalu apabila keduanya sepakat maka barulah dilakukan transaksi. Perdagangan yang seperti ini terjadi hanya ‘sesaat’ dan tidak ada relasi yang berarti antara penjual dan pembeli, dalam hal ini perdagangan hanyalah sekedar kegiatan menjual dan membeli.
E-Business
Ketika orang mengatakan “saya ada bisnis orang itu,” tentu saja banyak orang berpikir bahwa kegiatan yang akan dilakukan adalah kegiatan yang merupakan transaksi dan berisi tentang penjualan dan pembelian barang, padahal kegiatan yang akan dilakukan belum tentu seperti yang orang pikirkan. Kegiatan berbisnis bukan hanya kegiatan demi mencari keuntungan berupa uang tetapi juga keuntungan yang bersifat abstrak seperti reputasi, kemitraan, dan kepercayaan dalam bertransaksi.
E-business memiliki karakteristik tujuan yang sama dengan bisnis secara konvensional, hanya saja e-business memiliki scope yang berbeda. Bisnis mengandalkan pertemuan antar pebisnis seperti halnya rapat ditempat khusus, atau sekedar untuk berkenalan dengan partner bisnis, sedangkan e-business mengandalkan media Internet sebagai sarana untuk memperoleh tujuannya. Menurut Turban, e-business atau bisnis elektronik merujuk pada definisi e-commerce yang lebih luas, tidak hanya pembelian dan penjualan barang serta jasa, tetapi juga pelayanan pelanggan, kolaborasi dengan mitra bisnis, e-learning, dan transaksi elektronik dalam perusahaan (2005:182).
Intisari
Kedua istilah e-commerce dan e-business apabila tidak dipahami terlebih dahulu akan membuat pembahasan tentang e-commerce itu sendiri menjadi berputar-putar dan tidak sistematis. Hal ini disebabkan karena kebingungan menentukan istilah yang paling cocok untuk mewakili konsep perdagangan dengan sarana elektronik.
Perbedaan yang mendasar antara e-commerce dan e-business adalah bahwa tujuan e-commerce memang benar-benar money oriented (berorientasi pada perolehan uang), sedangkan e-business berorientasi pada kepentingan jangka panjang yang sifatnya abstrak seperti kepercayaan konsumen, pelayanan terhadap konsumen, peraturan kerja, relasi antar mitra bisnis, dan penanganan masalah sosial lainnya.
Selain perbedaan seperti yang telah disebutkan e-commerce dan e-business juga memiliki kesamaan tujuan utama yaitu memajukan perusahaan menjadi perusahaan yang lebih besar dari sebelumnya. E-commerce dan e-business merupakan terobosan yang dapat mendongkrak penjualan melalui online marketing dan sebagai sarana mempromosikan produk melalui media Internet.